Sistem Pengajaran Di CASS General


Sistem Pengajaran CASS General

 


Di tengah maraknya kursus kursus vokal, CASS General masih mempunyai suatu idealisme, bahwa seorang penyanyi yang mempunyai bekal pengetahuan teknik vokal yang memadai dapat membawakan berbagai macam lagu tanpa banyak kesulitan. Oleh karena itu kami tetap memprioritaskan teknik vokal pada murid-murid kami.

Pada tahun 2010 mendatang umur CASS / ASC genap 5 tahun. Tapi pengalaman kami mengajar lebih dari 15 tahun menunjukkan bahwa murid-murid yang di awal studinya memiliki keseriusan dalam teknik vokal, menunjukkan kemajuan yang pesat pada tahun ke dua atau ketiga studi dibandingkan dengan murid yang berkeras tidak mempelajari teknik atau hanya memberatkan pada penampilan dan menyanyi.

Mengapa teknik yang baik sangat dibutuhkan oleh seorang penyanyi? Teknik vokal adalah suatu teknik atau cara untuk mengoptimalkan suara yang keluar dari seorang penyanyi sewaktu menyanyi. Setiap penyanyi pada dasarnya pastilah manusia biasa yang memiliki paru-paru, diafragma, otot-otot perut, pita suara, dsb, yang dipergunakan ketika menyanyi. Bentuk dasar alat-alat tersebut pada setiap manusia kurang lebih sama, oleh karena itu pastinya dibutuhkan teknik dasar yang kurang lebih sama agar alat-alat tersebut menimbulkan suara dengan optimal. Mitos yang beredar di masyarakat adalah, antara lain, tidak dibutuhkan teknik menyanyi jika anda adalah penyanyi pop, dangdut, R & B, dsb. Karena teknik vokal hanya dibutuhkan oleh penyanyi klasik (seriosa). Mitos ini sebenarnya tidak benar, karena walaupun seorang penyanyi adalah penyanyi dangdut atau pop, organ tubuh yang dipakai untuk menimbulkan suara adalah organ yang sama dengan seorang penyanyi klasik. Oleh karena itu teknik dasar untuk menimbulkan suara sebenarnya sama apakah dia penyanyi klasik, pop, dangdut, seriosa, dsb. Memang benar bahwa pada tingkat selanjutnya ada perbedaan teknik antara penyanyi klasik, pop, dangdut dsb. Tetapi teknik dasarnya tetap sama.

Dalam pengalaman kami mengajar selama 15 tahun ini kami banyak sekali menemukan kasus di mana seorang penyanyi (terutama anak-anak) yang sangat berpotensi akhirnya menjadi tidak bisa bernyanyi karena pita suaranya terlanjur rusak karena sistem pendidikan yang salah. Ketika orang tua calon siswa tersebut membawa anak tersebut untuk kursus di tempat kami, maka sudah terlambat.

Teknik menyanyi dasar sebetulnya sederhana, hanyalah bagaimana seorang penyanyi dapat menjaga aliran udara yang optimum untuk menggetarkan pita suara sehingga menghasilkan suara. Suara yang dihasilkan diresonansikan pada rongga-rongga resonansi, sehingga suara terdengar kuat, tanpa tekanan, merdu, bahkan bisa terdengar kuat tanpa microphone sekalipun.

Pita suara adalah organ yang kuat, cepat beregenerasi, tapi sekaligus organ yang rapuh. Sehingga bila aliran udara yang terlalu besar mengenai pita suara, pada akhirnya pita suara akan rusak dan kendor. Oleh karena itu hindarilah bernyanyi dengan berteriak, apalagi untuk mencapai nada tinggi. Hal ini lama kelamaan akan menyebabkan pita suara rusak permanen.

Hal ini kami anggap penting, karena kami prihatin, kami sering melihat betapa banyak pernyanyi yang berpotensi akhirnya menjadi tidak bisa bernyanyi lagi, hanya karena kurangnya pengetahuan mengenai teknik bernyanyi.

Ada suatu perbedaan mendasar antara pendidikan vokal dengan pendidikan instrumen. Piano, misalnya. Seorang siswa yang baru beberapa hari belajar piano tidak mungkin dapat memainkan repertoir piano yang sulit, yang memang ditujukan bagi pianis yang sudah sangat mahir. Tetapi untuk seorang siswa pendidikan vokal, halnya akan menjadi sangat berbeda. Siapa yang dapat melarang jika seorang siswa yang baru belajar teknik vokal beberapa minggu ingin menyanyikan lagu-lagu yang mempunyai ‘Range' yang cukup lebar. Karena kurangnya pengetahuan, pada nada-nada atas, siswa tersebut akan berteriak untuk mencapai nadanya, dan karena mendapat repons yang cukup baik dari orang-orang di sekelilingnya, maka ia merasa sudah dapat menyanyikan lagu tersebut dan berhenti kursus. Pada akhirnya beberapa bulan kemudian ia kembali dengan suara yang sudah hampir hilang. Hal ini sering kami alami.

Menyanyi adalah sesuatu yang bersifat integral, artinya tidak dapat dikotak kotakkan. Di sini kami tidak melakukan hal itu (mengkotak kotakkan), misalnya selama beberapa bulan mengajar nafas, kemudian placement, resonansi, dsb. Selain membosankan, cara tersebut tidak akan memberikan gambaran yang baik untuk seorang calon penyanyi. Oleh karena itu pengajar-pengajar kami selalu mendampingi siswa agar dapat menyanyi dengan baik dengan suatu cara unik yang kami kembangkan dari pengalaman kami mengajar. Cara tersebut sangat sederhana, tetapi efektif, tidak bertele tele penuh dengan teori, tapi lebih mengarah kepada praktek, bagaimana bernyanyi dengan merdu, pada nada tinggi maupun rendah, kuat maupun lembut, tanpa tekanan, sehingga murid dapat mengerti bagaimana cara mengeluarkan suara yang baik tanpa merusak pita suara.

Kami tetap mempunyai cita cita dan impian, bahwa suatu saat penyanyi penyanyi di Indonesia semuanya mengerti bagaimana menyanyi dengan teknik yang baik, sehingga Indonesia memiliki penyanyi penyanyi yang tangguh dan tidak kalah dari penyanyi-penyanyi dari negara lain. Salam…

Christopher Abimanyu